Sabtu, 13 Desember 2014
WA SDL - SILSILAH KAIDAH FIKIH
📚SILSILAH KAIDAH FIKIH
📚KAIDAH PERTAMA:
🔱النية شرط لسائر العمل
🔱NIAT ADALAH SYARAT SELURUH AMALAN.
🔸Penjelasan kaidah:
Seluruh amalan seorang hamba berupa amalan lisan dan anggota badan tidaklah akan sah dan tidak diterima kecuali didasari niat didalam hati.
Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:
انما الاعمال بالنيات, وانما لكل امرء ما نوى
"Setiap amalan itu hanyalah dengan niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan". Muttafaqun 'alaih.
🔸Contoh penerapan:
👉Seorang yang junub, lalu dia mandi tanpa meniatkan didalam hatinya untuk mengangkat hadats besar pada dirinya maka mandinya teranggap mandi biasa sedangkan ia masih dalam keadaan belum suci.
Wallahu a'lam. Bersambung...
📚SILSILAH KAIDAH FIKIH
📚KAIDAH KEDUA:
🔱الدين مبنيّ على تحصيل المصالح ودفع المضار🔗
🔱Agama ini dibangun diatas perkara yang membuahkan suatu mashlahat (kebaikan) dan menghindarkan suatu mudharat (bahaya)🔗
🔸Penjelasan kaidah:
Seluruh syariat Allah azza wa jalla ini pasti akan membawa maslahat (kebaikan).
Jika syariat tersebut berupa perintah maka pelakunya akan mendapatkan kebaikan dengan pelaksanaannya, jika suatu larangan maka pelakunya akan mendapatkan kebaikan dengan meninggalkannya.
🔸Contoh penerapan:
🔺Perintah:
Allah azza wa jalla memerintahkan seseorang untuk menunaikan zakat, karena didalamnya terdapat pembersihan dan pensucian diri dan hartanya yang hal tersebut merupakan kebaikan baginya.
🔺Larangan:
Allah azza wa jalla melarang dari khamer (minuman keras) karena didalam meninggalkannya tsb terdapat kebaikan dan penjagaan terhadap badan dst.
Wallahu a'lam.
📚SILSILAH KAIDAH FIKIH
📚KAIDAH KETIGA:
🔱اِنْ تَزاَحَمَ عَدَدُ المَصالِحِ يُقَدّمُ الاَعْلَى مِنَ المَصالِحِ🔗
🔱Jika terkumpul beberapa bentuk mashlahat (kebaikan) maka didahulukan suatu mashlahat (kebaikan) yang lebih besar🔗
🔸Penjelasan kaidah:
Jika terdapat beberapa amalan yang seluruhnya memiliki mashlahat (kebaikan) bagi seorang hamba, namun amalan tersebut tidak memungkinkan untuk dilaksanakan seluruhnya, maka hendaklah melaksanakan amalan yang lebih utama, lebih penting dan lebih besar mashlahat (kebaikannya).
🔸Contoh penerapan:
-Jika telah ditegakkan shalat wajib berjamaah (bagi lelaki) maka hendaklah tidak melakukan shalat sunnah rawatib namun harus segera menunaikan yang wajib.
-Tidak menelantarkan istri dan anak dalam nafkah hanya untuk mengejar keutamaan sedekah kepada fakir miskin lainnya tapi hendaklah mendahulukan keluarga.
Wallahu a'lam.
✒Al Ustadz Abu Muhammad Fauzan
____________
📚WA SDL💐
💖Silsilah Durus Linnisa'💖
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar