Sabtu, 13 Desember 2014

WA SDL - FIKIH WUDHU 2


✏✏SILSILAH FIQIH📜📜
🚿 FIQIH WUDHU (bagian-2)

🔦🔦Beberapa perkara yang hendaknya diperhatikan sebelum berwudhu:
1⃣ Jika seseorang merasa bahwa dirinya ingin buang hajat (BAB atau kencing) maka hendaklah ia menyelesaikan hajatnya tersebut sebelum berwudhu.
➡Dari Abdullah bin Arqam ~radhiyallahu 'anhu~ berkata: Rasulullah ~shalallahu 'alaihi wa sallam~ bersabda;
اذا اقيمت الصلاة ووجد احدكم الخلاء فليبدؤ بالخلاء. رواه الترمذى
"Jika telah ditegakkan shalat (yaitu; iqamah, pent) dan salah seorang diantara kalian mendapati dirinya hendak buang hajat maka hendaklah dia mendahulukan buang hajat. HR. At Tirmidzi dan dishahihkan  Syeikh Muqbil dalam Ash Shahihul Musnad (1/464)."

⚠⚠Peringatan:
⛔ Adapun perkara yang dilakukan kebanyakan orang berupa istinja' (cebok) sebelum berwudhu tanpa ada kebutuhan maka ini adalah perkara yang tidak ada dalilnya.


2⃣ Hemat dalam menggunakan air.
➡Dari Anas bin Malik ~radhiyallahu 'anhu~ berkata;
كان النبي صلى الله عليه وسلم يتوضئ بالمد ويغتسل بالصاع الى خمسة امداد. متفق عليه
"Adalah Nabi ~shalallahu 'alaihi wa sallam~ berwudhu dengan satu mud dan mandi dengan satu sha' sampai lima mud." (Muttafaqun 'alaih)

✳ Satu mud adalah ukuran dua telapak tangan lelaki dewasa, Satu sha' adalah empat mud.

🔎Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah ~rahimahullah~;
وهذا مع الاقتصاد والرفق يكفي غالب الناس, وان احتاج الى الزيادة احيانا لحاجة فلا باءس بذلك.
"Dan hal ini dengan kesederhanaan dan kesempurnaan yang mencukupi dengannya mayoritas manusia, dan jika dibutuhkan lebih dari hal tersebut kadang-kadang, karena suatu keperluan maka tidaklah mengapa" (Lihat: Majmu' Al Fatawa: 21/298)

🔎 Berkata Al Hafidz Ibnu Hajar ~rahimahullah~;
حمله الجمهور على استحباب لان اكثر من قدر وضوءه وغسله صلى الله عليه  وسلم من الصحابة قدرهما بذلك. وهذا اذا لم تدع حاجة الى الزيادة. وهو ايضا في حق من يكون خلقه معتدلا.
"Jumhur ulama menganggap hal ini adalah mustahab (sunnah), karena kebanyakan para sahabat yang mengukur kadar air wudhu dan mandi Nabi seukuran demikian, dan ini jika tidak ada kebutuhan untuk menambahnya, dan juga hal ini bagi orang yang postur tubuhnya biasa." (lihat: Al Fath: 1/398)

🔎Berkata Al Qurtuby ~rahimahullah~;
وهذا يدل على استحباب التقليل مع الاسباغ
"Dan hal ini menunjukkan tentang disunnahkannya mempersedikit (air, pent) bersamaan dengan tetap menyempurnakan." (lihat: Syarhu Muslim: 1/583).

🔎 Berkata Asy Syafi'i ~rahimahullah~;
ليس معنى هذا الحديث على التوقى انه لا يجوز اكثر منه ولا اقل منه وهو قدر ما يكفي.
"Bukanlah makna hadits ini adalah pembatasan dalam artian tidak boleh lebih banyak atau kurang darinya, bahkan sesuai ukuran yang mencukupi." (lihat: Al Majmu': 2/152).

➡Dan telah datang riwayat dalam sunan Abu daud (93) dan An Nasa_i (73) dari Ummu Umarah ~radhiyallahu 'anha~:
ان النبي صلى الله عليه وسلم توضئ فئوتي باءناء فيه ماء قدر ثلثي المد.
"Bahwasanya Nabi ~shalallahu 'alaihi wa sallam~ hendak berwudhu maka didatangkan kepadanya seciduk air seukuran sepertiga mud" (lihat: Shahihul Musnad: 2/544)

🔎Berkata Ash Shan'any ~rahimahullah~;
فثلثا المد هو اقل ما روي انه توضئ به
"Dan sepertiga mud adalah ukuran paling sedikit dari apa yang telah diriwayatkan tentang wudhu Nabi ~shalallahu 'alaihi wa sallam~." (lihat: Subulus Salam: 1/201).
🔎Berkata Imam An Nawawi ~rahimahullah~:
اجمعت الامة على ان ماء الوضوء والغسل لا يشترط فيه قدر معين, بل اذا استوعب الاعضاء كفاه باي قدر كان, وممن نقل الاجماع فيه ابو جعفر محمد بن جرير الطبري
"Ummat telah bersepakat bahwa air wudhu dan mandi itu tidak disyaratkan ukuran tertentu bahkan jika telah mencukupi seluruh anggota (wudhu/mandi) maka telah cukup, seukuran apapun itu, dan diantara yang menukil kesepakatan ini adalah Abu Ja'far Muhammad bin Jarir Ath Thabary." (lihat: Syarhu Muslim: 2/152)

📚 Faidah:
▶ Para ulama menganggap makruhnya terlalu banyak menggunakan air dalam berwudhu tanpa ada kebutuhan. ➡Telah datang satu riwayat dari Ibnu Abbas ~radhiyallahu 'anhu~ bahwa seorang lelaki bertanya kepada beliau: berapa ukuran air yang bisa mencukupiku dlm berwu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar